Prasarana dan Pelayanan Kesehatan

Jumat, 28 Januari 2011, saya mengunjungi sebuah RS untuk mengantar sang ibu melakukan terapi osteoporosis. Maklum ibuku kini menginjak 56 dan sejak kecil memang beliau tidak suka akan susu hingga pengeroposan tulang pun terjadi.

Tapi tulisan ini tidak akan membahas osteoporosis, penyakit yang kini seolah-olah menjadi penyakit yang “trendi” karena dipopulerkan sebuah iklan susu.

Ada hal menarik ketika saya duduk menunggu ibu mengantri giliran untuk diterapi. Sebuah ranjang pasien didorong oleh empat orang dari Unit Gawat Darurat tiba-tiba salah satu kakinya terlepas, dan lumayan mengakibatkan kegaduhan. Kontan para penunggu pasien yang berada di selasar rumah sakit pun membantu memasangkannya kembali. Butuh waktu yang tidak sedikit untuk memasangkan alat yang sudah lumayan uzur itu, sedangkan sang pasien dalam keadaan tidak sadar dengan transfusi darah di nadinya, rupanya pasien ini adalah pasien kecelakaan.

Kejadian tersebut memang tidak usah diperbesar, karena memang kecil dan mungkin hanya sebagian saja yang tahu. Tapi jangan sampai kejadian kecil dan tidak berakibat fatal ini menjadi sebuah duri dalam daging.

Pelayanan publik, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak swasta, sudah sewajarnya memperlakukan manusia layaknya manusia. Para pemakai jasa publik tersebut harus dihargai dan dilayani sehingga jiwa dan nyawa pemakai jasa bisa tertolong dan terselamatkan.

Indonesia merupakan sebuah negara yang jika pelayan publik tidak bisa bekerja sesuai standar cukup dengan suatu excuse yaitu kata maaf. Kata maaf di negara kita tidak kemudian ditindak lanjuti dengan perbaikan pelayanan, tapi cukup dengan istilah wajar dan ketebatasan.

Peristiwa jatuhnya ranjang pasien tersebut mengakibatkan mata saya terbuka bahwa pelayanan publik di negeri ini memang jauh dari standar – apalagi bagi kalangan masyarakat miskin – masih banyak keterbatasan-keterbatasan yang seolah-olah menjadi suatu alasan untuk tidak memberikan pelayanan yang layak.

Semoga Indonesia ke depan menjadi lebih baik lagi dan lebih menghargai lagi sesama manusia dan sesama warga negara Indonesia pada khususnya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s