Proses Perguliran Dana Simpan Pinjam Kelompok Perempuan PNPM Mandiri Perdesaan

Guna terpenuhinya prinsip PNPM Mandiri Perdesaan yakni DOUM (Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat) dan agar berkembang dan terlestarikannya Unit Pengelola Kegiatan yang mengelola kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan termasuk Simpan Pinjam Kelompok Perguliran. Maka diperlukan suatu aturan (protokol) yang mengatur proses perguliran.

Proses perguliran tersebut termaktub dalam SOP Perguliran yang disahkan oleh Musyawarah Antar Desa. Secara  Sederhana, proses perguliran Dana Simpan Pinjam Kelompok Perempuan adalah sebagai berikut :

PROSES DI TINGKAT KECAMATAN

– Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Perguliran disusun oleh UPK

– RAPB tersebut disesuaikan dengan data real keuangan yanga da di UPK

– UPK menyampaikan rencana perguliran ke BKAD

– UPK mensosialisasikan hasil rapat dengan BKAD berupa pengumuman pada papan informasi UPK, papan informasi kecamatan, papan informasi desa dan papan informasi dusun

PROSES DI DESA

– Desa mengumumkan kepada masyarakat mengenai perguliran lewat rapat desa atau Musyawarah Desa

– Kelompok-kelompok perempuan diranking di tingkat dusun melalui Musyawarah Dusun

– Hasil perankingan di dusun disampaikan ke tingkat desa. Di tingkat desa kemudian diranking kembali semua kelompok yang masuk dari semua dusun melalui Musyawarah Desa

– Kepala Desa merekomendasikan kelompok yang sudah diranking

– Kelompok yang telah direkomendasikan tadi menyusun proposalnya sendiri

PROSES DI TINGKAT KECAMATAN

– UPK mendata kelompok yang mengajukan

– UPK memberitahukan kepada Tim Verifikasi untuk mengadakan verifikasi kepada kelompok-kelompok yang mengajukan

– UPK mendampingi Tim Verifikasi dalam memverifikasi kelompok-kelompok yang mengajukan

– UPK menghitung biaya untuk Tim Verifikasi, yakni maksimum 0,5% dari jumlah dana yang akan digulirkan

– Tim Verifikasi menyusun rekomendasi Tim Verifikasi

– UPK meminta kepada BKAD untuk menyelenggarakan MAD Perguliran yang pesertanya adalah enam orang perwakilan desa yang terdiri atas satu orang Kepala Desa, satu orang ketua TPK, satu orang wakil Masyarakat (BPD) dan tiga orang wakil perempuan. Dalam MAD ini dilaksanakan perankingan kelompok yang mengajukan melalui teknik diskui kelompok seperti pada MAD Prioritas. Pada MAD ini juga disepakati kembali jasa pengembalian pinjaman.

– MAD Perguliran menghasilkan Berita Acara MAD Perguliran dan Surat Penetapan Camat mengenai kelompok-kelompok yang terdanai serta bersarnya biaya yang akan digulirkan

– UPK melakukan pencairan ke kelompok yang terdanai di tempat yang disepakati kelompok (biasanya sekretariat kelompok). Pada acara pencairan ini dibahas mengenai jasa, diwajibkan ada simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela yang dikelola kelompok, lama angsuran dan teknik penyetoran. Jika yang dicairkan bukan dana perguliran tapi merupakan dana awal, maka sisihkan sebagian operasional TPK untuk pelatihan kelompok.

Proses tersebut memang panjang dan kelihatan rumit, namun dibalik kerumitan tersebut terdapat hikmah mengenai pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Secara umum PNPM MP merupakan pemberdayaan masyarakat sehingga output yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berbentuk dana yang besar tapi juga terberdayakannya masyarakat miskin di perdesaan.

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s